Pojok Kampung JTV

Antara Suroboyoan dan Kesan Vulgar

Akhirnya kesampaian juga menyampaikan uneg-uneg setelah lama ngempet (menahan diri). Jadi, langsung saja..
Ya, bagi yang doyan mantengin JTV tiap malam, pasti udah g asing dengan acara berita Pojok Kampung. Acara yang menggunakan bahasa khas Suroboyoan ini merupakan salah satu acara andalan JTV. Sayang, makin kesini berita yang disampaikan berikut pembendaharaan kata yang digunakan mulai mengganggu (vulgar) dan monoton (menurut saya, lho).
Mengganggu bagaimana?

Seperti yang saya sebutkan sebelumnya. Berita yang disampaikan terkesan monoton, itu-itu saja. Seputar kriminalitas. Dan sepertinya (menurut saya lagi, lho) kalo beritanya tentnag “pelecehan”, para pembawa beritanya tampak antusias sekali dalam intonasi dan pengucapan. Okelah, itu memang tugas mereka sebagai pembawa berita agar berita yang disampaikan yg sebenernya biasa-biasa saja terkesan menarik. Tapi tolong yang menulis beritanya, gunakanlah bahasa yang sopan. Lho, namanya aja Suroboyoan! Iya, tapi Suroboyoan bukan berarti kosro (kasar) kan? Masih banyak kosakata dengan arti yang serupa yang lebih enak dan lebih pantas digunakan, apalagi ini sekelas acara berita.

Bahasanya kosro, contohnya apa? Banyak! (Duduk banyak sing gulune dowo-dowo lho yo! :p)
Saya seringnya menemukan kosakata yang kurang pantas di berita pemerkosaan, pelecehan s**sual, penggerebegan dan perselingkuhan. Tapi yang paling paling mengganggu adalah bahasa-bahasa yang digunakan di berita pemerkosaan. Kembali lagi ke yang tadi, contohnya apa? Ya, beberapa diantaranya adalah (maaf) ngip*k-ip*k, barange (if you know what i mean) dan ngremp*n.
Maaf bukan berarti saya ngeres, hanya saja, kadang kita juga ikut membayangkan. Bagaimana tidak, kronologi disampaikan dengan sangat detil, mulai dari proses sampai klimaks. Meski dibubuhi “BO” di layar, yang lebih “bahaya” tetap “pencernaan” orang dewasa daripada anak-anak. INSPIRASI. Seperti kalau kita menyimak berita tentang pencurian atau pembunuhan lengkap dengan olah TKP. Atau acara semacam R*portas* Investigasi. Menurut saya (menurut saya) itu justru memberikan IDE bagi calon pelaku.

Jadi tolong untuk JTV khususon kru Pojok Kampung, tolong dikurangi sedikit kosakata-kosakata yang saya sebutkan tadi. Pemilihan berita yang dikemas juga tolong lebih variatif dan berbobot. Kurangi berita yg menurut saya kurang penting seperti penggerebegan dan pemerkosaan. Kalau memang dirasa masih perlu, ya beritakan sekedarnya saja. Tak perlu detail proses kejadiannya.
Dulu saya suka tersenyum bahkan tertawa dan terhibur menyimak berita yang disampaikan Pojok Kampung. Berita dan bahasa Suroboyoan menjadi paket yang sangat menarik. Sekarang saya berakhir dengan tersenyum kecut atau sedikit ternganga begitu pembawa acaranya selesai atau tengah menyampaikan sebuah berita.

Yah, itu tadi sekedar kritik dan saran dari saya sebagai pecinta JTV. Semoga acara-acara JTV terutama Pojok Kampung makin diminati masyarakat sehingga terus melestarikan bahasa asli Suroboyoan. Timbangane nggawe boso alay, rek! Lak iyo tah!


Mlaku mlaku nang JMP
Tuku daster karo sate
Mugo-mugo acarane JTV
Tambah seger tambah oke

Semoga bermanfaat ^_^
– wenkobain –

4 thoughts on “Pojok Kampung JTV

  1. hemb.,.,setuju juga :)sebenernya kan jtv itu bagus banget buwat di dengerin beritanya tapi emang s ich kadang bikin kesel jujga dengan bahasanya yang kalem berubah menjadi bkasar:(.,.,lsalam kenal

  2. sepakat…kadang terlalu kebablasan menggunakan bahasa Suroboyoan. Kadang geli tapi kadang juga sebal karena bahasanya jadi terlalu kasar. salam kenal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s