Peramal Modern

Penghujung taon kemaren kita liat banyak banget acaar tv (termasuk salah satunya acara tv favoritku) yang didominasi sama acara2 ramal alias datengin peramal buat ngisi acara. sebenernya atau kalo mo jujur…apa iya ramalannya mesti bener.

Beberapa waktu lalu aku s4 bahasa ma temenku. diluar dugaan, dia menyebutkan salah satu peramal n membenerkan kalo ramalan dari peramal ini (gak bingung kan…semua pake vokep ramal) banyak benernya. walah…ini nih…mulai menuju ke syirik ringan yang bisa jadi syirik atau dosa besar kalo dibiarkan.

Kita punya alquran dan al hadist…kita juga percaya segala sesuatu itu datengnya dari Allah SWT dan hanya dia yang tau apa yang akan terjadi. kalo kita membenerkan omongan dari para peramal itu ya berarti kita udah lebih pcaya dia daripada Allah.

Kalo kita mau jeli, sebenernya Allah udah kasi petunjuk buat kita. apa yang boleh dan yang gak boleh. kalo gak boleh trus dibolehin tar jadinya gini…blah blah blah…seharusnya kita bisa belajar dari ini. gak cuman iya-in omongan peramal. kita juga bisa prediksiin sendiri lho. contohnya …kalo kita buang sampah sembarangan…tar jadinya selokan buntu trus banjir. nah lho…

Yang penting bagaimana kita mengantisipasi aja biar yang kita takutkan itu gak bakal kejadian. masalah peramal itu bener atau nggak…terserah kita nanggepinnya gimana.

Satu lagi…alangkah baiknya lebih peduli taon baru “kita” sendiri. yuuuuk🙂

Wenkobain

4 thoughts on “Peramal Modern

  1. kalo yang ini saya setuju mbak, nih saya nukilkan ya dari Kitab Tauhid tentang haramnya datang ke dukun, tukang ramal,dll

    DUKUN, TUKANG RAMAL DAN SEJENISNYA

    Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab shohehnya, dari salah seorang istri Nabi, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

    “Barang siapa yang mendatangi peramal dan menanyakan kepadanya tentang sesuatu perkara dan dia mempercayainya, maka sholatnya tidak diterima selama 40 hari”.

    Abu Dawud meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

    “Barang siapa yang mendatangi seorang dukun, dan mempercayai apa yang dikatakannya, maka sesungguhnya dia telah kafir (ingkar) terhadap wahyu yang telah diturunkan kepada Muhammad” (HR. Abu Daud).

    Dan diriwayatkan oleh empat periwayat[1] dan Al Hakim dengan menyatakan : “Hadits ini shahih menurut kriteria Imam Bukhori dan Muslim” dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

    “Barang siapa yang mendatangi peramal atau dukun, lalu mempercayai apa yang diucapkannya, maka sesunggunya ia telah kafir terhadap wahyu yang telah diturunkan kepada Muhammad”.

    Abu Ya’la pun meriwayatkan hadits mauquf dari Ibnu Mas’ud seperti yang tersebut di atas, dengan sanad Jayyid.

    Al Bazzar dengan sanad Jayyid meriwayatkan hadits marfu’ dari Imran bin Husain, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :.

    “Tidak termasuk golongan kami orang yang meminta dan melakukan Tathoyyur, meramal atau minta diramal, menyihir atau minta disihirkan, dan barang siapa yang mendatangi dukun lalu mempercayai apa yang diucapkannya, maka sesungguhnya ia telah kafir terhadap wahyu yang telah diturunkan kepada Muhammad.

    Hadits ini diriwayatkan pula oleh At Thabrani dalam Mu’jam Al Ausath dengan sanad hasan dari Ibnu Abbas tanpa menyebutkan kalimat : “dan barang siapa mendatangi …”dst.

    Imam Al Baghowi ([2]) berkata : “Al Arraf (peramal) adalah orang yang mendakwahkan dirinya mengetahui banyak hal dengan menggunakan isyarat-isyarat yang dipergunakan untuk mengetahui barang curian atau tempat barang yang hilang dan semacamnya. Ada pula yang mengatakan : ia adalah Al Kahin (dukun) yaitu : orang yang bisa memberitahukan tentang hal-hal yang ghoib yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Dan ada pula yang mengatakan : ia adalah orang yang bisa memberitahukan tentang apa-apa yang ada dihati seseorang”.

    Menurut Abul Abbas Ibnu Taimiyah : “Al Arraf adalah sebutan untuk dukun, ahli nujum, peramal nasib dan sejenisnya yang mendakwahkan dirinya bisa mengetahui hal hal ghaib dengan cara-cara tersebut.”

    Ibnu Abbas berkata tentang orang-orang yang menulis huruf huruf أبا جا د sambil mencari rahasia huruf, dan memperhatikan bintang-bintang : “Aku tidak tahu apakah orang yang melakukan hal itu akan memperoleh bagian keuntungan di sisi Allah”.

    Kandungan bab ini :

    Tidak dapat bertemu dalam diri seorang mukmin antara iman kepada Al Qur’an dengan percaya kepada tukang ramal, dukun dan sejenisnya.

    Pernyataan Rasul Shallallahu’alaihi wasallam bahwa mempercayai ucapan dukun adalah kufur.

    Ancaman bagi orang yang minta diramalkan.

    Ancaman bagi orang yang minta di tathoyyur.

    Ancaman bagi orang yang minta disihirkan.

    Ancaman bagi orang yang menulis huruf huruf أباجاد [untuk mencari pelamat rahasia].

    Perbedaan antara Kahin dan Arraf, bahwa kahin (dukun) ialah orang yang memberitahukan tentang perkara-perkara yang akan terjadi di masa mendatang yang diperoleh dari syetan penyadap berita di langit.

    ——————————————————————————–

    ([1]) Yakni : Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasai’ dan Ibnu Majah.

    ([2]) Abu Muhammad Al Husain bin Mas’ud bin Muhammad Al Farra’, atau Ibn Farra’ Al- Baghawi. Diberi gelar Muhyi Sunnah. Kitab-kitab yang disusunnya antara lain : syarh as sunnah, al jami’ baina ash shahihain. Lahir tahun 436 H (1044 M), dan meninggal tahun 510 H (1117 M).

  2. kalo yang ini saya setuju mbak, nih saya nukilkan ya dari Kitab Tauhid tentang haramnya datang ke dukun, tukang ramal,dll

    DUKUN, TUKANG RAMAL DAN SEJENISNYA

    Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab shohehnya, dari salah seorang istri Nabi, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

    “من أتى عرافا فسأله عن شيء فصدقه لم تقبل له صلاة أربعين يوما”

    “Barang siapa yang mendatangi peramal dan menanyakan kepadanya tentang sesuatu perkara dan dia mempercayainya, maka sholatnya tidak diterima selama 40 hari”.

    Abu Dawud meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

    “من أتى كاهنا فصدقه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد “. رواه أبو داود.

    “Barang siapa yang mendatangi seorang dukun, dan mempercayai apa yang dikatakannya, maka sesungguhnya dia telah kafir (ingkar) terhadap wahyu yang telah diturunkan kepada Muhammad” (HR. Abu Daud).

    Dan diriwayatkan oleh empat periwayat[1] dan Al Hakim dengan menyatakan : “Hadits ini shahih menurut kriteria Imam Bukhori dan Muslim” dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

    “من أتى عرافا أو كاهنا فصدقه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد”

    “Barang siapa yang mendatangi peramal atau dukun, lalu mempercayai apa yang diucapkannya, maka sesunggunya ia telah kafir terhadap wahyu yang telah diturunkan kepada Muhammad”.

    Abu Ya’la pun meriwayatkan hadits mauquf dari Ibnu Mas’ud seperti yang tersebut di atas, dengan sanad Jayyid.

    Al Bazzar dengan sanad Jayyid meriwayatkan hadits marfu’ dari Imran bin Husain, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

    “ليس منا من تطير أو تطير له، أو تكهن أو تكهن له، أو سحر أو سحر له، ومن أتى كاهنا فصدقه فقد كفر بما أنزل على محمد ” رواه البزار بإسناد جيد.

    “Tidak termasuk golongan kami orang yang meminta dan melakukan Tathoyyur, meramal atau minta diramal, menyihir atau minta disihirkan, dan barang siapa yang mendatangi dukun lalu mempercayai apa yang diucapkannya, maka sesungguhnya ia telah kafir terhadap wahyu yang telah diturunkan kepada Muhammad.

    Hadits ini diriwayatkan pula oleh At Thabrani dalam Mu’jam Al Ausath dengan sanad hasan dari Ibnu Abbas tanpa menyebutkan kalimat : “dan barang siapa mendatangi …”dst.

    Imam Al Baghowi ([2]) berkata : “Al Arraf (peramal) adalah orang yang mendakwahkan dirinya mengetahui banyak hal dengan menggunakan isyarat-isyarat yang dipergunakan untuk mengetahui barang curian atau tempat barang yang hilang dan semacamnya. Ada pula yang mengatakan : ia adalah Al Kahin (dukun) yaitu : orang yang bisa memberitahukan tentang hal-hal yang ghoib yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Dan ada pula yang mengatakan : ia adalah orang yang bisa memberitahukan tentang apa-apa yang ada dihati seseorang”.

    Menurut Abul Abbas Ibnu Taimiyah : “Al Arraf adalah sebutan untuk dukun, ahli nujum, peramal nasib dan sejenisnya yang mendakwahkan dirinya bisa mengetahui hal hal ghaib dengan cara-cara tersebut.”

    Ibnu Abbas berkata tentang orang-orang yang menulis huruf huruf أبا جا د sambil mencari rahasia huruf, dan memperhatikan bintang-bintang : “Aku tidak tahu apakah orang yang melakukan hal itu akan memperoleh bagian keuntungan di sisi Allah”.

    Kandungan bab ini :

    Tidak dapat bertemu dalam diri seorang mukmin antara iman kepada Al Qur’an dengan percaya kepada tukang ramal, dukun dan sejenisnya.

    Pernyataan Rasul Shallallahu’alaihi wasallam bahwa mempercayai ucapan dukun adalah kufur.

    Ancaman bagi orang yang minta diramalkan.

    Ancaman bagi orang yang minta di tathoyyur.

    Ancaman bagi orang yang minta disihirkan.

    Ancaman bagi orang yang menulis huruf huruf أباجاد [untuk mencari pelamat rahasia].

    Perbedaan antara Kahin dan Arraf, bahwa kahin (dukun) ialah orang yang memberitahukan tentang perkara-perkara yang akan terjadi di masa mendatang yang diperoleh dari syetan penyadap berita di langit.

    ——————————————————————————–

    ([1]) Yakni : Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasai’ dan Ibnu Majah.

    ([2]) Abu Muhammad Al Husain bin Mas’ud bin Muhammad Al Farra’, atau Ibn Farra’ Al- Baghawi. Diberi gelar Muhyi Sunnah. Kitab-kitab yang disusunnya antara lain : syarh as sunnah, al jami’ baina ash shahihain. Lahir tahun 436 H (1044 M), dan meninggal tahun 510 H (1117 M).

  3. pantesan kok taon baru mkmrn malah ngajak TOBAT n MERENUNG!!!!
    tyta ini toh apinya.he8888…
    yawes….km tobato dl,tar bvr akuw….
    ok wenk….kepeetttt….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s