Martabak Mie

Martabak mie merupakan makanan yang sudah sangat dikenal dalam kancah perkos-kosan (halah…). Kalo sudah tanggal tua dan dompet sudah tidak bisa diajak diskusi untuk makan di depot atau warteg, maka martabak mie merupakan solusi yang cukup membantu mengatasi perut yang sudah melintir.

Sebagai pengganti lauk, martabak mie dimakan dengan sepiring nasi dan standarnya bisa dimakan hingga 3 sesi. Tergantung daya tampung perut dan nafsu makan. Bisa juga dimakan rame rame dengan teman-teman kos sambil nonton TV. Hmmm..❤

Belanja dulu…

  • 1 bungkus mi instan rebus
  • 1 atau 2 butir telur
  • 2 siung bawang merah diiris iris
  • Cabe rawit sesuai selera diiris iris (lebih nikmat kalo pedas)
  • ¼ sendok teh garam (yang hipertensi atau tidak suka terlalu asin, lupakan yang ini)
  • Daun bawang secukupnya dicincang kasar
  • Minyak secukupnya untuk menggoreng adonan

Ayo ke dapur ^^

  • Rebus mie instan sampai matang
  • Campur telur dengan semua bahan termasuk bumbu mi instan ke dalam mangkuk
  • Tiriskan mie yang sudah matang dan campur bersama adonan telur di dalam mangkok
  • Panaskan minyak dalam wajan
  • Tuang semua adonan ke dalam wajan pipihkan rata
  • Goreng hingga kecoklatan
  • Siapkan piring datar yang sudah dilapisi kertas tisu atau kertas hvs untuk menyerap minyak
  • Angkat dan tiriskan martabak dari penggorengan dan taruh diatas piring
  • Iris  martabak seperti potongan pizza
  • Nikmat dihidangkan bersama sambal botol
  • Selamat menikmati ^^

Martabak Mie


NB:

Buat yang punya budget lebih, adonan bisa ditambahin daging ayam cincang atau kornet  biar rasa lebih mantebb.
Dan buat pecinta masakan pedas bisa ditambahkan cabe rawit sesuai selera atau kalo gak suka terlalu pedas mending ganti cabe bubuk aja.
Trus kalo matang, martabak mie bisa dihias dengan potongan tomat atau dimakan sama sambal botol.
Hmmm yummy..
Selamat mencoba🙂
– Wenkobain –

One thought on “Martabak Mie

  1. gw juga anak kost. tapi gw kg bisa masak lach…mendingan suggest gw nich, patungan aja ama temens masak nasi baru dech lauknya beli di warteg. di kos gw hampir semuanya geto. jadi kita masaknya pake rice cuker. kalo cwok kaya kita ya bakal sering masak nasi dech. tapi makanya lebih irit khaann

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s