Martabak mie merupakan makanan yang sudah sangat dikenal dalam kancah perkos-kosan (halah…). Kalo sudah tanggal tua dan dompet sudah tidak bisa diajak diskusi untuk makan di depot atau warteg, maka martabak mie merupakan solusi yang cukup membantu mengatasi perut yang sudah melintir.
Sebagai pengganti lauk, martabak mie dimakan dengan sepiring nasi dan standarnya bisa dimakan hingga 3 sesi. Tergantung daya tampung perut dan nafsu makan. Bisa juga dimakan rame rame dengan teman-teman kos sambil nonton TV. Hmmm…..
Belanja dulu…
1 bungkus mi instan rebus
1 butir telur
2 siung bawang merah diiris iris
3 biji cabe (sesuai selera) diiris iris
¼ sendok teh garam (yang hipertensi atau tidak suka banyak garam, lupakan yang ini)
Daun bawang secukupnya dicincang kasar
Minyak secukupnya untuk menggoreng adonan
Ayo ke dapur ^^
Rebus mie instan sampai matang
Campur telur dengan semua bahan termasuk bumbu mi instan ke dalam mangkuk
Tiriskan mie yang sudah matang dan campur bersama adonan telur di dalam mangkok
Panaskan minyak dalam wajan
Tuang semua adonan ke dalam wajan pipihkan rata
Goreng hingga kecoklatan
Siapkan piring datar yang sudah dilapisi kertas tisu atau kertas hvs untuk menyerap minyak
Angkat dan tiriskan martabak dari penggorengan dan taruh diatas piring
Iris martabak seperti potongan pizza
Nikmat dihidangkan bersama sambal botol
Selamat menikmati ^^
NB:
Buat yang punya budget lebih, adonan bisa ditambahin daging ayam cincang atau kornet biar rasa lebih mantebb. Dan buat pecinta masakan pedas bisa ditambahkan cabe rawit sesuai selera atau kalo gak suka terlalu pedas mending ganti cabe bubuk aja. Trus kalo matang, martabak mie bisa dihias dengan potongan tomat atau dimakan sama sambal botol. Hmmm yummy…. :-9
