Menonton tayangan ulang Si Doel Anak Sekolahan (SDAS) memang gak pernah bosan. Sinetron yang diataptasi dari novel karya Aman Datuk Majoindo ini pertama kali ditayangkan di layar televisi pada 1993. Meski saat itu film seri produksi luar negeri juga lagi booming-boomingnya, Si Doel ternyata bisa terkenal dan sangat disukai masyarakat.
Kesuksesan Si Doel tentu saja bukan hanya karena sinetron ini disutradarai oleh pemeran Si Doel yaitu Rano Karno, melainkan kualitas dari sinetron itu sendiri. Sinetron yang menceritakan kisah Doel dan orang-orang disekelilingnya dengan khas betawi merupakan sinetron yang jarang dijumpai apalagi di era seperti sekarang ini.
Di sinetron ini, selain setiap adegan tidak sekedar “action” dan “cut” tapi sangat detail dan akting tiap pemain sangat dijaga kualitasnya. Misalnya adegan ibu si Doel (Mak Nyak diperankan Aminah Cendrakasih) yang sedang berada didapur. Digambarkan dengan jelas bagaimana dia beraktiitas layaknya ibu rumah tangga (menanak nasi, merebus air dll) juga cerita yang tidak melulu menceritakan kisah cinta segitiga antara Doel, Sarah (Cornelia Agatha) dan Zaenab (Maudy Koesnaedi).

Yang jelas sinetron ini sangat memikat dan layak utnuk ditonton. Setidaknya pilihan alternatif dipagi hari. Durasinyapun cukup memuaskan meski termakan iklan yang lumayan bikin jempol gatel buat ganti channel ke acara berita.



