JANGAN LUPAKAN BURUH OUTSOURCING

Kisah Lain Dibalik Polemik UMK Gresik 2011

Menyoroti polemik usulan UMK Gresik akhir akhir ini aku rasa semakin lucu saja. Bagaimana tidak, para buruh berharap usulan UMK itu bisa terlaksana sedangkan pihak perusahaan dibawah naungan Apindo justru menolak usulan itu dan bahkan mengancam akan memindahkan usahanya ke kota lain. Bukan itu saja, mereka (para pengusaha) juga mengancam akan memangkas jumlah karyawan alias akan terjadi PHK besar2an apabila usulan ini tercapai. Aku bilang tercapai karena kemarin para pengusaha itu sedang membahas tiga agenda untuk menjegal pelaksaan UMK. Nah, makanya, para buruh justru harus was was apabila usulan UMK itu gol karena bisa2 diantara mereka justru masuk dalam daftar merah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan tidak akan merasakan manisnya UMK 2011.

Sebenarnya yang ingin aku bahas kali ini bukanlah tiga kata kunci yang selama ini diperdebatkan (UMK, Apindo, dan buruh/karyawan) melainkan buruh ‘pinggiran’ produk eksploitasi dari perusahaan outsourcing/penyalur yang selama ini terlupakan. Buruh outsourcing ini hampir dipastikan tidak perlu berkhayal untuk bisa menikmati UMK 2011. Dapak’o menikmati, lha wong gaji aja selalu disunat CV atau perusahaan penyalur mereka. Ayo kita bahas lebih dalam…

Eksploitasi Buruh Outsourcing

Gresik sudah dikenal sebagai kota Industri dengan ribuan pabrik yang tersebar disana sini mulai dari pabrik kimia, kayu, tekstil, pengalengan ikan dll dsb. Berkat polemik UMK 2011, nama Gresik semakin ngetop di televisi. Padahal dibalik polemik itu sendiri, ada satu masalah yang dari dulu belum terselesaikan. Bahkan gonjang ganjing di era Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno yang koar koar hendak menghapuskan sistem outsourcingpun menguap begitu saja. Padahal jelas jelas sistem seperti ini sangat merugikan para buruh. Mari kita tengok isi undang undang tentang naker yang saya unduh dari situs http://pkbl.bumn.go.id

Undang-Undang RI Th 2003 Tentang Ketenagakerjaan Pasal 64

Perusahaan dapat menyerahkan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaanlainnya melalui perjanjian pemborongan pekerjaan atau penyediaan jasa pekerja/buruhyang dibuat secara tertulis.

Pasal diatas itulah yang membuat sistem outsourcing makin lama makin menyengsarakan kaum kecil. Karena aku besar dilingkungan kos-kosan (10 tahun) aku lumayan ngerti kehidupan kaum pekerja baik anak karyawan dan anak outsourcing hingga akhirnya berjodoh dengan anak outsourcing :-P . Anak karyawan dalam hal ini buruh asli perusahaan/pabrik tentunya mendapatkan gaji penuh dari perusahaan plus jaminan sosial, transportasi, makan, jaminan kecelakaan kerja, dan buat yang punya jabatan mendapatkan tunjangan hari tua, tunjangan jabatan, kesehatan dll. Sedangkan anak outsourcing, jangankan fasilitas bus antar jemput, gaji saja bisa bisa disunat oleh pihak CV atau perusahaan penyalur. Perusahaan yang dalam hal ini bertindak sebagai perusahaan tempat para buruh bekerja, sebenarnya sudah memberikan gaji yang sesuai untuk anak-anak outsourcing. Tapi mereka juga ikut menyuburkan praktek outsourcing di jaman sekarang ini yang buntutnya kesengsaraan kaum buruh. Sekarang mari kita prhatikan logika berikut (duh, berasa Mario Teguh :-P ):

Perusahaan tempat buruh bekerja katakanlah PT. 123, memberikan kewenangan pada perusahaan penyalur CV 123 untuk menyuplai tenaga kerja. Memang PT 123 tetap memberikan upah sesuai dengan ketetapan. Namun dalam hal ini, PT 123 mendapatkan banyak keuntungan. Seperti yang udah aku bahas di paragraf sebelumnya, PT 123 tidak perlu susah susah mikirin transportasi, jatah makan, kecelakaan kerja dll. Pun apabila terjadi pengurangan karyawan, maka PT 123 bisa seenaknya mengurangi dari tenaga outsourcing tanpa pusing memikirkan uang pesangon. Dan buruh outsourcing inipun jangan terlalu berharap bakal mendapat uang pesangon dari perusahaan penyalurnya. Nasyeb…

Sedangkan keuntungan yang didapat dari pihak penyalur adalah fee (aku gak ngerti istilah tepatnya) dari perusahaan dan komisi akal akalan hasil pemotongan gaji (apabila perusahaan itu nakal) dari para buruh dibawah naungannya. Ya Alloh, betapa berat beban pekerja seperti mereka. Mereka sampai bela-belain kerja lembur agar bisa mendapatkan gaji lebih agar bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari yang serba mahal ini. Tanpa jaminan masa depan dan sewaktu-waktu mereka bisa saja di PHK tanpa pesangon apa2.

Memang tidak semua perusahaan (PT) atau perusahaan penyalur melakukan hal ini. Aku juga mencatat masih banyak perusahaan dan penyalur di Gresik yang masih pada koridornya dan memiliki rasa prikemanusiaan. Tapi alangkah baiknya sistem/undang undang yang tidak berpihak pada rakyat kecil ini dihapuskan saja. Kasihan mereka, bekerja tanpa lelah dan harus tunduk pada semua perintah tanpa bisa membantah. Karna kalau berani membantah bisa-bisa dipecat. Jangan lupa, perusahaan penyalur ini tidak berbadan hukum. Mereka tidak wajib memberikan tunjangan ataupun pensiun. Bahkan ada satu perusahaan penyalur yang terang-terangan tidak memberikan THR dalam bentuk apapun itu pada karyawannya. Sama sekali tidak ada hubungan timbal balik diantara majikan dan buruhnya. Malahan gaji yang seharusnya sudah saatnya dibayarkanpun bisa molor hingga waktu yang tidak dapat ditentukan. Sakno…sakno… Orang orang seperti ini gak pernah mau tahu apakah uang gaji yang tidak seberapa itu akan digunakan untuk apa saja. Bisa saja buruh kecil yang menanti gajian itu sangat sangat membutuhkannya saat itu juga hanya untuk sekedar beli sego saduk’an dipertelon petro sebagai pengganjal lapar. Semoga orang orang seperti ini bisa dibukakan hatinya oleh Alloh.

Sebenarnya praktek eksploitasi semacam ini sudah terjadi bahkan jauh sejak masa penjajahan. Masih ingat kan sama pelajaran sejarah yang membahas tentang VOC yang seenak dengkulnya menindas kaum pribumi (chie…) dengan cara mempekerjakan rakyat dan mengupahnya dengan bayaran yang sangat kecil. Praktek-praktek semacam inilah yang dengan halus masih dijalankan di negeri yang konon katanya kaya dengan sumber daya alam dan lumbung padi tapi rakyatnya kelaparan disana sini.

Bagaimanapun juga, mungkin bukan hanya nasib kaum buruh yang semakin merana tapi juga para pekerja disektor lain. Lapangan kerja semakin menipis sementara jumlah pengangguran semakin membludak (udah basi!). Akhirnya dengan sikon seperti ini, mereka mau tidak mau terjerat oleh praktik outsourcing dengan prinsip yang penting gak nganggur. Apalagi dengan pasar bebas yang mulai diberlakukan, produk produk luar negeri semakin membanjiri pasar lokal dan menggusur hasil karya anak negeri (karena memang lebih murah sih) yang pada akhirnya berujung pada PHK. Yah, mari doakan saja semoga pemerintah, menteri dan pihak terkait bisa lebih arif dan bijak menyikapi permasalahan ini. Sehingga bisa diambil solusi terbaik yang menguntungkan ‘ketiga’ belah pihak atau kalo boleh ‘kedua’ belah pihak (bila outsourcing jadi dihapus ^^). Masak siy tiap May day harus selalu diwarnai dengan demo buruh. Sekali sekali mbok ya buruh itu hidup tenang gitu lho. Bukankah kita sudah ‘merdeka’? Iya ga sih…?! (gakyakin.co.id)

Pengalaman Buruk Dengan Kantor Pemerintahan

Siang ini seorang teman karib meminta tolong untuk mengambilkan berkasnya disebuah kantor pemerintahan dikotaku. Namun, dengan sangat terpaksa aku menolak. Bukan karena malas atau capek atau apalah melainkan aku sudah muak berurusan dengan orang orang berseragam coklat itu. Tentu saja rasa muak ini beralasan. Beberapa kejadian membuatku beropini kalau pegawai seperti mereka itu selalu menganggap remeh kita sebagai orang biasa. Berikut beberapa pengalamanku yang cukup tidak mengenakkan dan masih sangat segar dalam ingatan:

Pengalaman I:
Sekitar tahun 2001 di pagi menjelang siang aku masih kelas 2 SMA dan sekolahku masuk siang. Aku berdua temanku pergi ke kantor catatan sipil untuk mengurus akte kelahiran. Aku ingin sekali memiliki surat itu karena selama ini aku hanya punya surat catatan pengganti akte kelahiran. Alasannya rahasia ya…. :-P

Jadi aku ditemani temanku bertanya kepada petugas dimana bisa menemui orang yang bisa menyelesaikan atau membantu masalah ini. Begitu bertemu orang yang dimaksud, akupun ditanyai panjangxlebarxtinggi plus luas dan kelilingnya. Aku jawab semua pertanyaan dengan harapan mereka bisa membantu. Ternyata bukan bantuan melainkan ejekan dari mereka yang harus aku terimahhh (Sinetron mode: ON).

Jadi diruangan itu ada beberapa pegawai lain yang ikut menyimak. Sungguh, bukannya membantu mencarikan solusi, mereka justru menjadikan masalahku ini sebagai bahan tertawaan. Dan itu sangat tidak lucu, karena yang mereka olok-olok adalah orangtuaku.

Sadar bahwa mereka tidak mungkin membantu aku langsung diajak temanku keluar. Rasa bete n sedih n kecewa campur aduk kayak tahu tek. Daripada gantung diri atau minum racun serangga, aku dan temankupun bolos sekolah dan jalan jalan ke Delta Surabaya. Yippiiieee :-D

Pengalam II:
Kejadiannya ketika aku baru lulus kuliah ‘n mau membuat kartu tanda pencari kerja (kartu kuning) di Depnaker. Waktu itu banyak sekali yang bertujuan sama, jadinya kami ngantrinya lamaaaa banget. Tapi karena teman-teman sesama pengantri kurang tertib jadinya antriannya gak karuan. Sedangkan pihak depnaker yang tau kalo diluar udah berjubel gak berinisiatif untuk mengurainya.

Beberapa saat kemudian, namaku dipanggil. Akupun berdiri menuju katakanlah loket. Disana aku masih ngantri karena didepan masih ada 2 orang yang belum selesai. Saat itulah aku melihat kinerja para petugas di kantor ini. Petugasnya memang gak terlalu banyak. Di bagian tengah ruangan ada 2 petugas bagian penyortiran berkas dan di meja depan bagian penyerahan berkas ada 2/3 petugas. Aku bilang 2/3 karena yang satunya cuma sibuk nggodain temannya yang lagi kerja ngurusin berkas. Sementara yang satunya lagi adalah seorang cewek yang juteknya minta ampun. Aku cari2 tanda pengenal diseragamnya tapi gak ada. Cewek itu dengan ketus melayani kami yg lagi ngantri. Aku pikir saat itu mungkin dia lagi PMS jadi aku maklumin.

Ternyata gak lama dia bentak bentak orang didepanku. Ngomongnya gak enak gitu. Seolah-olah orang didepanku ini orang termiskin didunia, eh salah itu lagunya Meggy Z, seolah-olah orang itu orang paling bego buat dia. Sedangkan orang didepanku ini, kok ya nerimaaaan gitu. Gak protes atau balik ndamprat kek. Dieeeem aja. Aku jadi ikut sewot. Aku berharap cewek itulah yang bakal nglayanin aku, bukan sok pahlawan, tapi hanya ingin memberi pelajaran kalau2 dia kembali berulah. Ternyata aku dilayani cowok yang digangguin temannya tadi. Petugas yang ini kebalikan dari petugas cewek tadi. orangnya kalem dan melayani dengan senyum. Lagi-lagi aku tidak menemukan tanda pengenalnya. Kali ini aku kecewa berat :-P
Akhirnya aku memutuskan utnuk ngirim email tentang masalah pelayanan prima tadi ke jawapos. Tapi aku tunggu-tunggu kok gak dimuat ya…atau emailku failed kali ya…. @,@

Pengalam III:
(To be continue … :-) )

WISATA BAHARI LAMONGAN (WBL) – Part 2

Di bagian ke-dua ini, saya akan menuliskan pengalaman saya ketika berwisata di WBL unutk kali ketiga pada januari tahun lalu (Uda basi :-P ). Dikesempatan itu saya berangkat bersama 2 orang teman saya yang manis manis, Elis dan Ona. Kali ini kami berangkat dari Gresik lewat terminal Bunder. Selama kurang lebih satu setengah jam (ngetem di terminal + perjalanan) kamipun nyampe di terminal Paciran n melanjutkan perjalanan dengan naik angkot ke WBL. Sebenernya jarak dari terminal ke WBL tidak terlalu jauh, tapi karena takut belum2 udh capek kamipun memutuskan naik angkot (lagian hampir gak ada jalur pedestrian/trotoarnya, jadi nyeremin).
Buat yang berencana ke WBL dengan naik kendaraan umum bisa check petunjuk dibawah:

* Dari Surabaya
— Dari Jembatan Merah Plasa (JMP) naik len/mikrolet hijau pupus biasa dikenal len SG turun langsung di terminal Bunder Gresik (Rp. 4rb).
— Cari bus jurusan Paciran-Lamongan. Busnya warna hijau ukuran kecil (25penumpang) Rp. 8rb.
— Dari terminal Paciran naik angkutan pedesaan sampai di depan WBL bayar 2rb.

Nah, ayo tak lanjutkan ceritaku tadi….Sesampai dihalaman depan WBl, rasa kangen dengan wahana wahana didalam sana semakin memburu. Waktu beli tiket ternyata harga tiket blm berubah masih 40ribu. Dibawah adalah tabel harga tiket yang saya dapatkan dari situs resmi WBL:

* Weekday (Senin — Kamis)
1. WBL saja Rp. 40.000,-
2. WBL + Maharani Zoo/Cave Rp. 55.000,-

* Weekend (Jumat — Minggu/Hari Besar, musim libur WBL)
1. WBL saja Rp. 50.000,-
2. WBL + Maharani Zoo/Cave Rp. 70.000,00

Sebagai tambahan informasi, musim libur WBL dimulai tanggal 20 Desember 2010 — 02 Januari 2011. Jadi, buat yang mau merencanakan liburan ke WBL antara tanggal itu siap-siap bawa uang extra untuk tiket.

Sementara itu, untuk urusan ketentuan masih berlaku seperti biasa yaitu:
* Dilarang Membawa Makanan (Nasi, Mie, Lontong, Dan Sayur)
* Anak-Anak Dengan Tinggi Badan > 85 Cm Dikenakan Tiket Penuh
* Buka Setiap Hari Mulai Pukul 08.30 s/d 16.30 WIB
* Tiket Yang Sudah Dibeli Tidak Dapat Dikembalikan

Akhirnya begitu kami sudah berhasil mendapatkan tiket kamipun masuk ke WBL dengan gelang khas melingkar dipergelangan tangan :-D . Di balik pintu masuk kami langsung disuguhi “monumen” selamat datang berupa balok tulisan WBL yang udah diwarnain (dulu masih warna coklat tok). Setelah menyandera seorang pengunjung WBL yg lain untuk memfoto2 kami, kamipun menuju rumah kucing. Kucing-kucingnya kali lebih banyak dan bersih bersih :-)

Puas dari rumah kucing kami menuju rumah sakit hantu. Di wahana ini, ngantrinya cukup padet. Kayaknya cukup gak pantas deh…melainkan sangat padet. kami mesti ngantri lamaaaaa banget agar bisa masuk ke wahana ini. Sesampainya didalam, kamipun berteriak teriak gak karuan. Bukan karena takut, melainkan sebagai pelampiasan dari sgala penat (Dari pada lari kehutan?).

Sekeluarnya dari wahana rumah sakit hantu, kamipun meneruskan petualangan di wahana-wahana berikutnya. Gak perlu diceritain detainya. Silakan baca sendiri daftar wahana yang termasuk dalam DOMAT dibawah ini:

Rumah Kucing
Galeri Kapal Dan Kerang
Sarang Bajak Laut
Goa Insektarium
Permainan Air
Playground Remaja
Playground Pasir
Kolam Renang Air Tawar
Kolam Renang Air Laut
Waterboom
Kano
Anjungan Wali Songo
Bioskop 3 Dimensi
Rumah Sakit Hantu
Rotary Coaster
Samba Jet
Mini Columbus
Mini Train
Arena Bermain
Tembak Air ( IBL )
Merry-Go-Round
Mini Bumper Car
Mini Bumper Boat
Arena Mengemudi
Motocross / 2 lap ( Max. 50 kg )
Tagada
Planet Kaca
Tembak Ikan
Taman Berburu
Paus Dangdut
Jet Coaster
Bumper Car
Space Shuttle
Rodeo
Bioskop Desperado

Sedangkan utnuk wahana yang bayar lagi (di luar paket DOMAT) bisa diliat dibawah ini:
Arena Panahan ( NEW )    Rp. 5.000,-
Zona Perang/4 koin ( NEW )    Rp. 5.000,-
Istana Hantu/4 koin ( NEW )    Rp. 5.000,-
Arena Foto Cowboy ( NEW )    Rp. 5.000,-
Kereta Andong ( NEW )    Rp. 5.000,-
Soccer/4 koin ( NEW )    Rp. 5.000,-
Big hammer/4 koin ( NEW )    Rp. 5.000,-
Boxing/4 koin ( NEW )    Rp. 5.000,-
Arena Ketangkasan/kupon    Rp. 1.000,-
Video Games/4 koin    Rp. 5.000,-
Flying Fox/org ( NEW )    Rp. 20.000,-
ATV    Rp. 10.000,-
Kiddie Ride/4 koin    Rp. 5.000,-
Sepeda Air/5 menit    Rp. 7.000,-
Ski Boat/org    Rp. 10.000,-
Long Boat/org    Rp. 20.000,-
Speed Boat/max. 4 org    Rp. 100.000,-
King Donut Boat/paket/max. 5 org ( NEW )    Rp. 150.000,-
Banana Boat/paket/max. 5 org    Rp. 175.000,-
Perahu Tradisional/org/max. 10 org    Rp. 10.000,-
Blue Eagle/jam/max. 10 org    Rp. 2.500.000,-
GoKart/1 Lap    Rp. 14.000,-
GoKart/2 Lap    Rp. 25.000,-
Selain wahana-wahana diatas, WBL juga melengkapi dengan beberapa fasiltas yang sangat bermanfaat diantaranya musholah, klinik, tempat menyusui dan gelanggang olahraga biar body tetep fit seperti yang diperagakan teman saya disamping (yang terakhir bcanda ^^).

Nah, sekarang lanjut lagi keperjalanan kami, 3 dara cantik, halah…Setelah puas bernarsis ria di WBL kamipun bersiap meninggalkan tempat wisata ini :-( tapi sebelumnya, kami sempatkan untuk berbelanja di pasar yang terletak disebelah kiri pintu keluar. Disana banyak kita jumpai toko2 uang menjual pernak pernik berbau WBL mulai dari topi, tas dan aksesories lainnya. Tapi ternyata kita njujugnya malah ketempat penjual ikan asin, atau jajanan pasar. karena aku gak doyan ikan, maka kutinggalkan teman2 dan membeli sepasang kelinci yang lucu2. Kuberi nama Sitam dan Silat (si Hitam dan si Coklat…gak penting ya…) Mereka ini nanti harus aku sembunyikan dari jangkauan si Gendut dan anak2nya. Kalau kecathek bisa bahaya, 50rb bakal terbuang percuma.
Yap, demikianlah akhir dari petualangan kami di WBL. Buat teman-teman yg berencana ke WBL, jangan lupa jaga stamina agar selama berpetualang bisa terus semangat karena banyak wahana yang menanti disana. Saat ini juga terlintas keinginan untuk kesana lagi. Hiks, kapan ya….

Continue reading

Si Doel Anak Sekolahan

Menonton tayangan ulang Si Doel Anak Sekolahan (SDAS) memang gak pernah bosan. Sinetron yang diataptasi dari novel karya Aman Datuk Majoindo ini pertama kali ditayangkan di layar televisi pada 1993. Meski saat itu film seri produksi luar negeri juga lagi booming-boomingnya, Si Doel ternyata bisa terkenal dan sangat disukai masyarakat.

Kesuksesan Si Doel tentu saja bukan hanya karena sinetron ini disutradarai oleh pemeran Si Doel yaitu Rano Karno, melainkan kualitas dari sinetron itu sendiri. Sinetron yang menceritakan kisah Doel dan orang-orang disekelilingnya dengan khas betawi merupakan sinetron yang jarang dijumpai apalagi di era seperti sekarang ini.

Di sinetron ini, selain setiap adegan tidak sekedar “action” dan “cut” tapi sangat detail dan akting tiap pemain sangat dijaga kualitasnya. Misalnya adegan ibu si Doel (Mak Nyak diperankan Aminah Cendrakasih) yang sedang berada didapur. Digambarkan dengan jelas bagaimana dia beraktiitas layaknya ibu rumah tangga (menanak nasi, merebus air dll) juga cerita yang tidak melulu menceritakan kisah cinta segitiga antara Doel, Sarah (Cornelia Agatha) dan Zaenab (Maudy Koesnaedi).

Yang jelas sinetron ini sangat memikat dan layak utnuk ditonton. Setidaknya pilihan alternatif dipagi hari. Durasinyapun cukup memuaskan meski termakan iklan yang lumayan bikin jempol gatel buat ganti channel ke acara berita.

 

Kisruh UMK Gresik 2011

Gresik, 23 November 2010

Buruh di Gresik sepertinya masih harus menunggu keputusan atau pengesahan usulan UMK Gresik 2011 oleh Gubernur Jatim, Pak Karwo. Padahal Dewan Pengupahan Gresik telah mengajukan 3x usulan dan 2x telah ditolak. untuk yang terakhir ini usulan UMK yang disodorkan sebesar 1.133.000 dan Bupati Gresik, Sambari, bersikeras untuk usulan UMK yang ke-tiga ini diterima. Beliau (Sambari) beralasan bahwa UMK Gresik saat ini berdasarkan kebutuhan hidup layak sebesar Rp 1.149.260. Sedangkan Gubernur sendiri menyatakan bahwa usulan UMK Gresik bermasalah dan terlalu tinggi karena melampaui usulan UMK Surabaya yang sebesar 1.115.000.

Sementara itu Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) DPC Gresik mengancam akan nglurug kantor Gubernur apabila usulan yang ketiga kalinya ini kembali dimentahkan. Jamaluddin, selaku Koordinator Aliansi Buruh Menggugat (ABM) menyatakan akan mengerahkan ribuan buruh untuk berdemo.

Berikut adalah daftar usulan UMK seJatim yang masih menunggu pengesahan Gubernur

1. KOTA PASURUAN : Rp.926.000
2. KAB JEMBER : RP.875.000
3. KOTA MADIUN : 745.000
4. KAB NGAWI : 725.000
5. KAB PONOROGO : 705.000
6. KAB TRENGGALEK : 710.000
7. KAB TULUNGAGUNG : 720.000
8. KAB PROBOLINGGO : 810.000
9. KAB NGANJUK : 710.000
10 KAB LUMAJANG : 740.000
11.KAB BOJONEGORO : 870.000
12.KAB SITUBONDO : 733.000
13.KAB BANYUWANGI : 865.000
14.KAB MADIUN : 720.000
15.KAB BONDOWOSO : 735.000
16.KAB KEDIRI : 975.000
17.KAB JOMBANG : 866.000
18.KAB BLITAR : 737.000
19 KAB SUMENEP : 785.000
20.KAB PAMEKASAN : 925.000
21.KAB MAGETAN : 705.000
22.KAB PROBOLINGGO :814.000
23.KAB SAMPANG : 725.000
24.KAB BLITAR : 750.000
25.KAB BANGKALAN : 850.000
26.KAB MOJOKERTO : 835.000
27.KAB TUBAN : 935.000
28.KAB KEDIRI : 934.000
29.KAB LAMONGAN :900.000
30.KAB SURABAYA : 1.115.000
31.KAB GRESIK BELUM
32.KAB MOJOKERTO : 1.105.000
33.KOTA MALANG : 1.079.000
34.KAB SIDOARJO : 1.107.000
35.KAB PASURUAN : .1.107.000
36.KAB MALANG : 1.077.600
37.KOTA BATU : 1.050.000.

Berdasarkan data diatas, apabila usulan UMK Gresik disahkan, maka Gresik akan menjadi kabupaten dengan UMK tertinggi seJawa Timur dengan UMK 1.133.000 dan kabupaten Ponorogo sebagai kabupaten dengan UMK terendah sebesar 705.000

Yah, semoga saja usulan UMK Gresik bisa gol dan tidak menimbulkan masalah dikemudian hari. Kekhawatiran ini cukup beralasan karena para pengusaha yang dibawah naungan APINDO masih menolak usulan UMK tersebut yang dianggap terlalu tinggi. Mereka mengancam akan memindahkan usahanya ke kabupaten Lamongan.

(Dihimpun dari berbagai sumber : Kompas, Beritajatim, TVOne, MetroTV dan Jawa Pos)