Gresik kota pudak atau kota air?P

Gresik, 12 Januari 2010

Mungkin tidak separah Jakarta atau tetangganya, Surabaya. Tapi hujan yang mengguyur sekitar satu setengah jam mulai dari pukul 3 hingga stgh 5 sore kemarin bener2 membuat warga kota yang pulang kerja berbasah2an. Dimulai dari gerimis keras hingga hujan lebat plus angin ribut menambah suasana di jalan tidak ubahnya seperti film2 bencana kayak the day after tomorrow, dantes peak atw yg baru kmrn 2012. warga berlomba2 cari jalur aman agar tidak terjebak banjir atau kejatuhan pohon.
Seperti saya kemarin yang tdak henti2nya berdoa sepanjang jalan (yang pastinya kenangan) ketika berjuang melewati banjir dan kendaraan2 lain.  ditanmbah ketika akhirnya kami memutuskan untuk melalui jalan tri dharma petro. truk2 besar disepanjang jalan yang parkir menambah suasana makin mencekam. bukan truknya yang bikin serem tapi pengendara dari arah berlawanan yang suka mengambil jalur kami sehingga kami mesti berimpitan dengan badan truk atau justru mengalah mengambil jalan tengah yang genangannya lebih dalam. Tentu saja kami tidak ingin busi kemasukkan air dan akhirnya mogok seperti yang dialami beberapa pengendara lain. Belum lagi banyaknya pohon tumbang seperti gambar dibawah ini yang saya ambil barusan

Jadi, pelajaran apa yang kita dapat kemarin? Semoga bukan “Cara Pintar Melintasi Banjir” atau “Berakit2 dahulu mogok kemudian”. PR buat Pak Robbah dan  tentunya materi kampanye buat calon Bupati dan Cabup yang sudah urun menambah keruwetan di jalanan kota Gresik berkat spanduk dan baleho2 nya.

Wenkobain