BBM Naik Tinggi Susu Tak Terbeli

Judul artikel diatas memang saya ambil dari penggalan lirik lagu Iwan Fals dgn judul Galang Rambu Anarki. Mengingat saat ini di Gedung DPR sedang berlangsung Rapat Paripurna (yang sepertinya masih molor) untuk membahas kenaikan BBM.
Sebagai masyarakat awam yang tidak mengerti politik dan urusan ekonomi apalah itu, saya hanya berharap semoga pemerintah menyudahi dosa-dosa mereka yang sudah berkepanjangan. Karena yang saya tahu, apapun kebijakan itu, yang bahkan belum terealisasipun, telah membuat rakyat semakin sengsara dengan naiknya harga BBM disejumlah daerah dan melambungnya harga sembako (mungkin termasuk juga susu :p).

Kenapa (harga) BBM Harus Naik?

Naiknya harga minyak mentah internasional menjadi alasan kuat pemerintah menaikkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Pasal 7 Ayat 6 UU Nomer 11 Tahun 2012 yang menyatakan larangan kenaikan harga BBM di tahun 2012 seakan dipatahkan dengan anggapan bahwa APBN terbebani dengan subsidi BBM. Asumsi pemerintah, puncak dimana negara harus menyesuaikan dengan harga pasar internasional dikarenakan konsumsi BBM telah melebihi kuota (subsidi BBM membengkak menjadi Rp 160 trilyun dari Rp 129,7 trilyun).

Mungkin sedikit lebay jika mengatakan bahwa masyarakat kelas atas lebih banyak menikmati BBM bersubsidi. Mengingat pemerintah yang tampak kurang tegas dalam memberlakukan peraturan konsumen BBM bersubsidi. Karena masih banyak kita jumpai mobil-mobil yang tak sepantasnya ikut mengantri di line premium. Tapi bagaimanapun, perlu kita cermati bahwa pengguna kendaraan roda dua tetap lebih mendominasi.
Yang ingin saya katakan sebenarnya adalah, tetap rakyat menengah kebawah-lah yang lebih banyak menyerap BBM bersubsidi. Dan oleh karenanya, apabila rencana menaikkan BBM ini terwujud, maka sudah pasti rakyat inilah yang akan merasakan dampaknya. Sekedar mengingatkan, BBM disini bukan hanya bensin.
Alasan pemerintah yang seakan berusaha mencari pembenaran sungguh sangat menyedihkan. Menurut Bapak Menteri Keuangan kita yang terhormat, Agus Martowardojo, BBM harus naik dikarenakan harga BBM bersubsidi yang murah sehingga memicu terjadinya lonjakan konsumsi. Ini seolah-olah melimpahkan kesalahan pada rakyat bahwa rakyatlah yang boros. Maap akan sedikit melenceng, sekedar menambahkan. Memang adanya invasi kendaraan bermotor khususnya roda dua di Indonesia yang sangat beragam baik merk maupun harga, mengakibatkan terjadinya lonjakan konsumsi khususnya di bahan bakar premium (subsidi). Tapi apakah berdosa apabila rakyat lebih memilih memiliki kendaraan pribadi roda dua, yang cukup dengan uang muka 1juta rupiah saja sudah bisa membawa pulang sebuah sepeda motor ketimbang mengeluarkan uang minimal 5ribu untuk ongkos angkutan umum yang belum capek nunggunya, sesaknya, copetnya dan sebagainya.
Sekali lagi, andai pemerintah lebih serius dalam program transportasi massal termasuk infrastruktur dan kualitas. Bukan tidak mungkin, mimpi memiliki monorail bahkan subway bisa terwujud. Ahh…itu lagi #sigh

BLSM= Pembodohan Bagi Masyarakat Miskin

Iming-iming BLSM yang akan digelontorkan selama 9 bulan dalam bentuk uang tunai sebesar 150ribu beserta raskin (14bulan) merupakan usaha pemerintah untuk membungkam masyarakat khususnya masyarakat miskin. Seperti kita ketahui, program ini ibarat pisau bermata dua. Membantu sekaligus membodohi karena mematikan kreatifitas dan membuat rakyat semakin malas.
Bagaimanapun BLSM adalah program nina bobo pemerintah sebagai senjata untuk mempermulus rencana mereka menaikkan BBM.
Disamping itu, tak ada yang bisa menjamin bantuan ini akan benar-benar tepat sasaran. Tak ada yang bisa menjamin bantuan uang sebesar 150ribu itu akan cukup untuk mengganti minimal biaya konsumsi BBM itu sendiri bagi masyarakat selama 9 bulan kedepan. Karena sekali lagi, BBM yang naik akan berimbas pada kenaikan-kenaikan lain seperti sembako, angkutan umum, dan biaya produksi usaha kecil yang pada akhirnya (ditakutkan) akan memaksa pengusaha untuk memangkas biaya produksi dengan “menyunat” jumlah pekerjanya.

Wenkobain

(Moga-Moga Bersambung ^^v)

The Simple Tense (part1)

A. Simple Present Tense

*Past (warna biru) menunjukkan masa lampau  
 Now (warna merah) menunjukkan masa sekarang atau saat ini  
 Future (warna kuning) menunjukkan masa yang akan datang  
 Tanda cawang (warna hijau) menunjukkan berlangsungnya kegiatan 

Ilustrasi diatas menggambarkan bahwa simple present digunakan untuk menyatakan:

1. Kegiatan yang biasa dilakukan berulang-ulang

Kegiatan yang dimaksud bisa berupa kebiasaan, aktifitas sehari-hari, hobi, dan suatu kegiatan yang lupa untuk dilakukan atau bahkan tak pernah dilakukan sama sekali.
Contoh:
~Elis drinks tea every morning~
Contoh diatas menyatakan bahwa Elis minum teh setiap pagi.
Kegiatan minum teh ini bisa jadi telah dilakukan Elis sejak lama hingga sekarang dan mungkin akan terus berlangsung dimasa mendatang.

2. Fakta atau kebenaran yang terus akan berlangsung
Maksudnya adalah suatu kebenaran yang tidak bisa disangkal dan sesuatu itu benar terjadi dimasa lalu, terjadi sekarang dan Insha Alloh akan terus terjadi sampai *kapanpun
Contoh:
~Indonesia has two seasons~
Ini berarti Indonesia dari dulu memang hanya memiliki dua musim dan akan terus begitu hingga kini dan seterusnya.

Struktur kalimatnya sangatlah mudah.
Perhatikan beberapa contoh kalimat dibawah ini:


Continue reading

Meriahnya Ulang Tahun Gresik ke-525

Untuk kesekian kalinya Kabupaten Gresik merayakan hari jadi-nya dengan meriah. Setelah serangkaian acara yang berlangsung meriah di depan Pendopo (Alun-Alun Kota), kini giliran sebuah konser digelar demi merayakan ultah kota yang dikenal dengan berbagai julukan ini. Tidak tanggung-tanggung, konser yang berlangsung malam hari ini disiarkan langsung oleh stasiun JTV (termasuk saya yang sekali-kali mengganti channel TV untuk menyempatkan menonton konser ini – sambil nonton  MU VS Westbromwich Albion :p).

Konser yang digelar didepan Kantor Bupati Gresik yang bertajuk “Konser Wali di Kota Wali” memang sesuai dengan apa yang akan disuguhkan. Dari tag-line-nya kita mungkin bisa menebak siapakah yang diundang untuk memeriahkan rangkaian pesta ultah kota kecil di utara Surabaya ini. Yup, siapa lagi kalo bukan Wali Band. Band yang rata-rata personelnya lulusan pesantren dan alumni UIN Syarif Hidayatullah ini membawakan beberapa lagu yang salah satunya dibawakan secara duet dengan girlband Sunni.

Sayang, acara konser ini sempat diwarnai kericuhan penonton (pancet ae, ndessso). Beberapa penonton terlibat adu jotos sehingga polisi turun tangan untuk melerai dan menangkap salah satu penonton yang dianggap sebagai provokator. Setelah situasi kondusif, konserpun dilanjutkan.

Yah, semeriah apapun suatu perayaan (khususnya Ulang Tahun), tidak akan ada artinya tanpa adanya introspeksi dan self-improvement. Semoga Gresik menjadi kota yang mau bercermin dan melakukan perbaikan. Menjadi contoh dan tauladan bagi kota tetangga khususnya dalam sektor indutri. Viva Gresik \(^o^)
***
Doaku tahun ini untuk kota tercinta:
Moga GRESIK selalu BERHIAS IMAN

Untuk Bupati dan jajaran pemkab:
Moga selalu amanah dalam mengayomi masyarakat.
Dahulukan kepentingan rakyat dan terapkan kebijakan yang lebih berpihak pada pekerja/buruh.
Benahi kota dan tingkatkan sektor pariwisata non religi agar warga Gresik tak perlu jauh-jauh ke Malang atau Surabaya untuk refreshing.

*baca juga Kota Gresik Sudah Makin Sepuh

Wenkobain ^^v